Arzaquna FM News :
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Renungan. Tampilkan semua postingan

Berpuasa Secara Substantif

Sabtu, 21 Juli 2012 | 0 komentar

Rasulullah SAW suatu hari di bulan Ramadhan menyuruh seorang perempuan yang sedang memarahi budaknya untuk memakan sepotong roti. Si perempuan menolak pemberian Nabi dan berkata bahwa ia sedang berpuasa.

Apa jawab Nabi? "Mana mungkin engkau berpuasa, padahal kau caci maki hamba sahayamu," kata Nabi.

Karena itu beliau bersabda, "Banyak orang yang berpuasa hanya memperoleh lapar dan dahaga".

Puasa sejatinya adalah proses pendidikan bagi umat Islam untuk kemudian "hasilnya" diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan.

Puasa adalah satu tempat menempa Muslim untuk menjadi sebaik-baik umat. Yakni mereka yang banyak memberi manfaat bagi umat lainnya. Shalat juga demikian, yakni untuk mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. Puasa adalah waktu untuk mengasah sifat-sifat Ilahiyah dalam diri manusia, seperti kasih, jujur dan lainnya.

Puasa tidak selesai hanya dengan mengubah pola makan. Shalat tidak selesai hanya di atas sajadah. Shalat, puasa dan ritual lainnya harus beresonansi positif, yakni mencetak umat menjadi pribadi yang membahagiakan bagi orang lain. Menjadi pribadi yang tidak akan nyaman jika melanggar atau memakan hak-hak orang lain. Puasa mencetak pribadi yang peduli. Minimal tidak membuat orang lain susah.

Untuk itu puasa harus dijalankan secara substantif, bukan sekedar ritual tahunan yang kemudian berakhir dengan pesta makan atau pamer pakaian baru serta mahal.

Dalam konteks ke-Indonesiaan sekarang, puasa seharusnya menjadi obat mujarab agar umat Islam tidak melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Lalu mengapa orang-orang yang shalat dan berpuasa itu masih korupsi. Wallahu a'lam. Sederhananya, shalat dan puasa mereka barangkali belum dilakukan secara substantif sehingga tidak membawa dampak apa-apa.

Setidaknya, puasa yang substantif itu dapat dilacak dari tiga hal yakni puasa itu dijalankan dengan tertib, ikhlas, dan terlihat dampak akhirnya. Tertib berarti puasa dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat. Ikhlas berarti puasa dilaksanakan bukan karena siapapun. Terlihat dampak akhirnya itu pelakunya semakin baik perilakunya.

Selamat berpuasa. Semoga kita termasuk orang-orang yang masuk ke dalam golongan hamba yang betul-betul berpuasa. Aamiinn.. (*Dhani Arza)
Continue Reading

Menjaga Kualitas Iman

Kamis, 21 Juni 2012 | 0 komentar

Dalam kehidupan dunia ini kita harus berhati-hati dengan sosok makhluk Allah yang selalu ingin menjerumuskan manusia yaitu iblis yang dendam kepada manusia sejak zaman Adam. Iblis telah banyak menjerumuskan manusia diantaranya menipu Nabi Adam A.S. sehingga keluar dari syurga,  Habil mati teraniaya dibunuh oleh Qabil dengan sebab hasutan iblis.
Nabi Ayub A.S. ditipu asap racun pada waktu sujud di dalam shalatnya hingga begitu lama menanggung sengsara, Nabi Daud A.S. dengan perempuan pahlawan Urya serta Nabi Sulaiman A.S. meninggalkan kerajaannya karena iblis menyamar sebagai iste­rinya untuk melarikan cincin nya, demikian juga beberapa nabi-nabi yang lain, serta para ulama yang telah menanggung kesengsaraan dan penganiayaan oleh perbuatan iblis.
Iblis bukan hanya sosok makhluk fiktif, tapi dia benar-benar ada sebagaimana yang telah diinformasikan oleh Allah melalui kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadits. Dan kita sebagai umat Islam harus percaya itu..
Iblis telah mengganggu manusia sejak zaman Adam, tidak hanya Adam, para Nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad sering mendapat gangguan darinya.
Kalau Nabi Allah saja menjadi sasaran iblis untuk digoda dan dijauhkan dari Allah apalagi kita yang hanya manusia biasa.
Tetapi beruntunglah ummat Muhammad SAW dimana telah mendapatkan informasi tentang tipu muslihat Iblis yang hendak dilaksanakan pada bani Adam. Diantaranya menggoda manusia untuk enggan melaksanakan ibadah shalat. Shalat merupakan ibadah yang diwajibkan oleh Allah SWT, dan iblis tahu itu maka dia akan selalu menggoda manusia agar tidak bisa menjalankan perintah Allah tersebut. Oleh karena itu apabila sudah tiba waktunya shalat, terutama shalat wajib, mari kita mantapkan niat menjalan­kan kewajiban kepada Allah dan kita kalahkan Iblis laknatullah yang tiada henti-hentinya menggoda manusia.
Tidak hanya itu, teman-teman Iblis adalah Pemakan riba, pezina, orang mabuk, pencuri, tukang sihir, orang yang bersumpah cerai, orang-orang yang meninggalkan shalat.

Melakukan Perubahan Dengan Menata Kehidupan
Melihat kenyataan bahwa kehidupan kita tidak lepas dari ujian dan cobaan dan bahkan godaan syaitan yang selalu mengincar kita apapun aktivitas yang kita jalankan maka apa yang perlu kita lakukan, kita harus melakukan perubahan yang nyata pada diri kita, lingkungan kita, dimana saja kita berada.
Mengubah perilaku ternyata tidak cukup hanya dengan contoh, akan tetapi kita juga harus mau mendidik, melatih, dan membina secara sistematis, berkesinambungan, dan terus menerus. Proses ini merupa­kan bagian dari perubahan. Pendidikan merupakan media yang sangat efektif untuk melakukan perubahan.
Oleh karena itu, daripada membeli barang-barang di rumah yang mahal-mahal dan tidak terlalu diperlukan, lebih baik uangnya digunakan untuk mendidik anak, melatih anak kita supaya mampu hidup lebih baik. Penghasilan kelurga yang didapat hendaknya dikumpulkan supaya anak-anak bisa belajar terus menerus, bisa berlatih terus menerus dan bisa terdidik terus menerus. Prioritas keluarga diera sekarang yang penting adalah bukan membeli barang-barang yang bagus, yang terpenting adalah bagaimana agar anak-anak punya ke­sempatan untuk terus mendapatkan pendidikan yang memadai.
Subhanallaah, demikian indahnya kebersamaan sebuah keluarga yang memiliki komitmen yang luar biasa akan pen­tingnya pendidikan. Disamping mendidik dan melatih, maka semestinya kita buat pula aturan atau sistem. Buatlah aturan di rumah kita, di kantor kita, di organisasi kita, atau dimana pun agar orang lain bisa terbantu untuk berubah sesuai yang diinginkan. Suatu sistem akan segera hancur berantakan jika tidak memiliki aturan main. Jalan raya yang tanpa aturan, akan kacau balau, macet dimana-mana. Setiap orang berebutan, saling mendahului, dan berhenti dimana saja. Tanpa aturan, semua berantakan. Karenanya semua harus ada aturannya.
Di dalam rumah tangga yang tidak memiliki aturan main yang benar, yakin sekali rumah tangga yang semacam ini akan segera hancur. Anak tidak dididik agama secara serius, ibadah dibiarkan semaunya, dan tidak diberi contoh yang benar oleh orang tuanya. Saat-saat bersama di rumah tidak ada aturannya. Tidak punya aturan yang real bagaimana mendidik anak menjadi lebih baik. Maka rumah tangga yang tidak punya komitmen untuk sebuah aturan bahkan lagi tidak tahu aturan, akan cenderung saling menyakiti, saling melukai, dan saling menghancurkan.
Tegakkanlah aturan yang adil, yang dibuat atas kesepakatan bersama. Lingkungan kerja kita harus merupakan sistem yang kondusif yang dapat membantu orang berubah menjadi lebih baik. Seperti yang kita jalani, haruslah terjadwal jam berapa baca Al Qur’an, jam berapa bersama memecahkan masalah, jam berapa bertukar pikiran, jam berapa harus bersilaturahmi, jam berapa harus bercengkerama, dan lain se­bagainya. Kita harus membuat aturan yang jelas. Yakinlah bahwa rumah tangga yang tidak punya aturan, tidak punya sistem yang bagus, lambat laun akan berantakan dan menderita.
Sama saja dengan perusahaan atau lembaga yang pegawainya jarang shalat, aturan tidak ditaati, pimpinan tidak memberi contoh yang baik, bersiap-siaplah untuk segera gulung tikar.
Kondisi negara kita saat ini pun demikian, kehilangan contoh suri tauladan, pendidikan SDM-nya tidak jelas mau dibawa kemana, sistemnya juga berantakan, dan sebagian lagi, ibadahnya juga semrawut. Ja­ngan heran jika yang kita dapati adalah derita demi derita, kehinaan demi kehinaan, nau­dzubillaah.
Karena itu, kekuatan ibadah, kekuatan do’a, kekuatan munajat harus menjadi senjata untuk mengubah anak-anak, juga teman-teman kita menuju arah kebaikan. Tegakkanlah di rumah tangga kita aturan dengan baik, panjatkan pula do’a secara terus menerus, melimpah dari lisan kita. Bantu agar orang lain menjadi lebih baik. Buat aturan yang benar, kondusif, dan pastikan diri kita jadi contoh. Mudah-mudahan hidup yang cuma sekali ini bisa bermanfaat de­ngan mengubah orang lain menuju kebaikan.
Mudah-mudahan kita semua dapat mengevaluasi diri masing-masing. Hidup cuma sekali, kenangan terindah bagi anak-anak kita adalah kepribadian ayah ibunya yang benar-benar mulia. Kenangan terindah bagi masyarakat di sekitar kita adalah kearifan diri kita. Jangan sampai orang sibuk membicarakan contoh keburukan pribadi kita, naudzubillaah.
Dengan menata kehidupan dan menginternalisasikan sistem yang bernuansa religius dalam tatanan kehidupan yang kita jalani InsyaAllah kita benar-benar bisa membuktikan kua­litas ke­takwaan kita kepada Allah SWT. []*) M. Triono Al Fata, S.Th.I, M.Pd.I adalah Guru MTsN Model Trenggalek dan Dosen STIT Sunan Giri Trenggale@Rprt.Dhani Arza
Continue Reading

KATA MUTIARA CINTA

Selasa, 19 Juni 2012 | 0 komentar

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendo'akannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Tuhan memberikan kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah Cinta ...

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi, jika kamu masih tidak dapat melupakannya.


Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan, walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan Kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang tersayang sehingga dia meninggal dunia lantaran akhirnya kamu terpaksa catatkan kata-kata cinta itu pada pusaranya. Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ada hayatnya.

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan bercinta dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia tersebut.

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Seandainya kamu ingin mencintai atau memiliki hati seorang gadis, ibaratkanlah seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kamu mencium harum mawar tersebut, tetapi kadangkala kamu terasa bisa duri mawar itu menusuk jari.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu, hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehingga kamu kehilangannya.
Pada saat itu, tiada guna penyesalan karena perginya tanpa berkata lagi.

Cintailah seseorang itu atas dasar siapa dia sekarang dan bukan siapa dia sebelumnya.
Kisah silam tidak perlu diungkit lagi, kiranya kamu benar-benar mencintainya setulus hati.

Hati-hati dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta PALSU.

Kemungkinan apa yang kamu sayangi atau cintai tersimpan keburukan didalamnya dan kemungkinan apa yang kamu benci tersimpan kebaikan didalamnya.

Cinta kepada harta artinya bakhil, cinta kepada perempuan artinya alam, cinta kepada diri artinya bijaksana, cinta kepada mati artinya hidup dan cinta kepada Tuhan artinya Takwa.

Lemparkan seorang yang bahagia dalam bercinta kedalam laut, pasti ia akan membawa seekor ikan. Lemparkan pula seorang yang gagal dalam bercinta ke dalam gudang roti, pasti ia akan mati kelaparan.

Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai
perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekedar canang yang gemericing.

Cinta adalah keabadian ... dan kenangan adalah hal terindah yang pernah dimiliki.

Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, 

membangkitkan yang mati dan
meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dahsyatnya cinta.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan didalam dirinya.

Kamu tidak akan pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta.

Namun apabila sampai saatnya itu,
raihlah dengan kedua tanganmu dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta rasa tanda tanya dihatinya.

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut 

kemulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bercinta memang mudah, untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

Jika saja kehadiran cinta sekedar untuk mengecewakan, lebih baik cinta itu tak pernah hadir

Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan. Yang buta adalah bila cinta itu 
menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak, bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka, 

bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merasa

rindu dan cemburu.

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan. 

Tangisan juga bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti

perjalanan hati nurani.

Kejarlah cita-cita sebelum cinta, apabila tercapainya cita-cita maka dengan sendirinya cinta itu akan hadir.

Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.

Cinta pertama adalah kenangan, Cinta kedua adalah pelajaran, dan cinta yang seterusnya adalah satu keperluan .karena hidup tanpa cinta 
bagaikan masakan tanpa garam.
Karena itu jagalah cinta yang dianugerahkan itu sebaik-baiknya agar ia terus mekar dan wangi sepanjang musim.

Kecewa bercinta bukan berarti dunia sudah berakhir. Masa depan yang cerah berdasarkan pada masa lalu yang telah dilupakan.

Kamu tidak dapat melangkah dengan baik dalam kehidupan kamu sampai kamu melupakan kegagalan kamu dan rasa kekecewaan itu.

Hanya diperlukan waktu semenit untuk menafsir seseorang, 
sejam untuk menyukai seseorang 
dan sehari untuk mencintai seseorang, tetapi diperlukan waktu 
seumur hidup untuk melupakan seseorang.

Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari pemberian semata.

Ibaratkalah kehilangan cinta itu seumpama hilangnya cincin permata di lautan luas yang tiada bertepi dan harus dilupakan. 
Cinta tidak selalu bersama jodoh, tapi jodoh selalu bersama cinta. 

Cinta dimulai dengan senyuman, tuumbuh dengan dekapan dan seringkali berakhir dengan air mata.@Creat Dhani Arza
Continue Reading
 
Support : Creating Website | Alley Kurnia | Dhani Antara
Copyright © 2011. Arzaquna FM - Arzaquna FM
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger