
Dhani Antara Spirit Baru. Mengutip Sindonews.com – Sebuah pesawat Maskapai Blue Skay
dengan nomor penerbangan 001 tujuan Jakarta dari Singapura mengalami
kerusakan hidrolik saat hendak melakukan pendaratan di Bandara
Soekarno-Hatta (Soetta).
Tigapuluh menit kemudian pesawat mendarat di runway utara bandara namun diiringi ledakan kuat.
Untunglah, seluruh instrumen di Bandara Soetta yang berkait dengan penerbangan bergerak cepat dan melakukan penanganan.
Gerak
cepat itu tak lepas dari koordinasti antara petugas Air Trafic
Controller (ATC) yang melapor ke Senior General Manager dan Kepala
Otoritas Bandara dalam menyiapkan personel yang dibutuhkan.
Kejadian
itu hanya simulasi yang digelar oleh PT Angkasa Pura II hari ini di
Terminal Haji Bandara Soetta. Sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta
(Soetta) PT AP dituntut siap dengan segala kejadian yang datangnya tidak
diduga.
Direktur Utama AP II Tri Sunoko mengatakan, latihan
diikuti 540 peserta ini merupakan jenis latihan Wet/Hot Exercise dengan
kode operasi Rajawali IX dalam rangka kesiapan penanggulangan keadaan
darurat.
“Latihan ini dilakukan dua tahun sekali untuk
meningkatkan kesiapsiagaan, kewaspadaan serta komunikasi dan kordinasi
antar personil dalam menanggulangi keadaan darurat di Bandara
Soekarno-Hatta,” jelasnya di Bandara Soetta, Kamis (25/10/2012).
Latihan dikuti Polres Bandara Soetta, Kodim 0506 Tangerang, Angkasa Pura II, serta otoritas wilayah I Bandara Soetta.
"Latihan ini dilakukan untuk meningkatkan suasana nyaman bagi pengguna jasa dan seluruh instrumen yang ada di Bandara Soetta."
Dalam
simulasi itu memang diumpamakan ada kecelakaan pesawat. Dan bagaimana
gerak cepat petugas Air Trafic Controller (ATC), Emergency Operation
Center dan seluruh anggota komite untuk memastikan kesiapan personel
yang dibutuhkan.@Rprt.Dhani Arza
Tidak ada komentar:
Posting Komentar